Teladan Umat Islam

TELADAN UMAT ISLAM

Oleh : Abu DS. Nurani

  “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” QS. Al-Ahzab [33]: 21).

     Akhlak Rasulullah saw yang terpuji bukan hanya ada setelah beliau menjadi seorang rasul, namun jauh sebelum itu beliau telah dikenal oleh masyarakat sebagai orang yang selalu menjaga akhlaknya, memiliki perilaku yang terpuji, amanah, jujur dan berbagai sifat mulia lainnya. Riwayat dari Anas bin Malik menyampaikan kepada kita bahwa gelar Al-Amin telah melekat pada diri Rasulullah saw sebelum beliau diangkat menjadi seorang Rasul karena beliau dikenal sebagai orang yang amanah dan adil.

    Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an. Allah SWT menerangkan dalam Al-Qur’an mengenai perilaku dan akhlak yang baik dan menganjurkan kepada Nabi dan Umatnya untuk memperhatikan masalah tersebut. Nabi mengajak umat untuk melakukan penyucian dan pembinaan jiwa spiritual. Nabi mengingatkan kepada umatnya mengenai akhlak yang mulia serta dampaknya bagi kehidupan dunia dan akhirat. Beliau bukan hanya mengingatkan umatnya melalui lisan namun langsung mempraktikan akhlaknya yang mulia tersebut kedalam kehidupan sehari-hari.

      Kita lihat Rasulullah saw, beliau adalah sosok manusia dan pemimpinyang sempurna yang peduli terhadap kaumnya. Beliau adalah orang yang adil dan bijaksana yang lebih mementingkan orang lain daripada mementingkan diri sendiri.

      Maka perlu dan penting sekali kita membutuhkan pemimpin seperti beliau yang peduli terhadap kehidupan masyarakat. Dimana tindakan dan perilakunya menjadi oase tatkala kita tengah dahaga dipadang kesengsaraan umat.

       Rasulullah saw memang suri teladan yang baik. Dan, indikator keteladanan beliau itu berbuat sebelum berucap (bersabda).

      Sebagai contoh, beliau bersabda: “Wanita itu dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, keturunannya (nasab), kecantikannya, dan agamanya. Maka, pilihlah yang karena agamanya, niscaya akan beruntunglah kamu di dunia akhirat.” (HR. Bukhari, dari Abu Hurairah).

     Jauh sebelum mengatakan hadis tunkahu al-Mar’ah tersebut, lalu menekankan pada agama, beliau sudah mengamalkan hadis itu terlebih dahulu. Misalnya, pernikahan beliau dengan Khadijah yang didasari hanay pada akhlak. Khadijah mendengar pengarai pemuda Muhammad yang al-Amin itu dari Maisaroh, pembantunya yang diutus berdagang ke Syam bersama Muhammad. Kejujuran dan Akhlak Muhammad yang akhirnya memantapkan hati Khadijah.

   Muhammad pun menerima Khadijah bukan karena hartanya (limaaliha). Tapi, semata-mata karena pertimbangan akhlak. Ketinggian akhlak Khadijah ini terbukti selama dia menjadi istri Rasulullah. Meskipun dari sisi finansial Khadijah lebih tinggi kedudukannya dari Rasulullah, keponakan Waraqah bin naufal itu tetap menjadi istri secara utuh, yakni menghormati dan memuliakan Muhammad sebagai suaminya.

      Maka itu, dikatakan oleh siroh nabawiyah, pernikahan Rasulullah dan Khadijah adalah pernikahan yang paling indahn dalam sejarah umat manusia. Sebab, pernikahan keduanya didasari pada akhlak (agama). Bukan kekayaan, kecantikan, maupun keturunan.

      Pantaslah apabila beliau bersabda sebagaimana hadis diatas. Rasulullah saw mengatakan itu yaitu menekankan agama atau akhlak sebagai dasar cinta dan pernikahan karena beliau sudah melakukan atau berbuat seperti yang beliau katakan. Beliau sudah membuktikan kata-katanya itu terlebih dahulu.

    Inilah kunci utama keteladanan (uswah) Rasulullah saw, yaitu memberi contoh (berbuat) sebelum menyuruh (mengatakan). Dan, ini pulalah “hakikat keteladanan” yang harus melekat pada diri setiap umatnya.

       Kisah dakwah beliau terekam dalam hadis, saat beliau berdakwah di Thaif, tak ada yang didapatkan kecuali hinaan dan pengusiran yang keji. Ketika Rasulullah menyadai usaha dakwahnya itu tidak berhasil, beliau memutuskan untuk meninggalkan Thaif. Tetapi penduduk Thaif tidak membiarkan beliau keluar dengan aman, mereka terus mengganggunya dengan melempari batu dan kata-kata penuh ejekan. Lemparan batu yang mengenai Nabi demikian hebat, sehingga tubuh beliau berlumuran darah.

     Lihatlah betapa mulianya Rasulullah saw kepada orang yang memusuhinya bahkan orang-orang tersebut didoakan agar mendapat hidayah Allah SWT. Diharapkan banyak umat islam nantinya yang meniru perilaku Nabi Muhammad saw ini.

       Mengapa Orang Kafir Melecehkan Nabi Muhammad saw ?

    Bagi Umat islam, sosok Rasulullah saw adalah lebih dicintai oleh dibandingkan diri, keluarga, harta, dan bahkan nyawanya sekalipun. Rasulullah saw merupakan sosok yang namanya paling banyak disebut oleh manusia. Lidah orang mukmin hampir tiada pernah kering menyebut namanya, tanda cinta dan hormat kepada sosok manusia pilihan Allah; Nabi terakhir, Nabi akhir zaman, yang ucapan, tindakan, dan seluruh perilakunya adalah suri tauladan bagi orang mukmin.

       Di tengah kekhusyukan kaum Muslim memuji dan membaca shalawat untuk Rasulullah saw Kaum Muslim disengat berita yang sangat biadab dan keterlaluan.

      Nabi yang mulia dijadikan sebagai bahan mainan, bahan tertawaan, dan bahan ejekan. Sebenarnya kasus ini sudah terjadi bulan september 2005, tetapi hingga Februari 2006, kasus ini masih terus bergulir dan masih menimbulkan perasaan pedih di hati umat.

      Akhir September 2005, Muslim di Denmark dikejutkan oleh harian terlaris di Denmark, Jyllands-Posten edisi 30 September, yang memuat 12 gambar kartun yang sangat menghina dan melecehkan Nabi Muhammad saw. 2 tahun kemudian yakni tahun 2007, muncul kartunis lain dari Negara Swedia yakni Lars Vilks menggambar nabi Muhammad saw sebagai satwa. Baru-baru ini kita kembali dibuat kaget sekaligus marah atas beredarnya video yang berjudul film Innocence of Muslims, sebuah video yang dibuat oleh Sam Bacile seorang warga negara Amerika keturunan Israel. Film tersebut telah merendahkan agama Islam dan Rasulullah saw karena isinya menggambarkan kehidupan umat muslim sebagai manusia tidak bermoral dan sarat kekerasan.

     Pemutaran  kartun dan video yang melecehkan Rasululah dan diikuti oleh sejumlah media masa lainnya mengindikasikan adanya unsur kebencian, kekhawatiran akan perkembangan Islam di Eropa, dan juga unsur kebodohan. Itu tampak dalam sejumlah respon mereka terhadap reaksi keras kaum Muslim se-dunia terhadap pemutaran kartun-kartun dan video yang melecehkan Nabi Muhammad saw. Oleh karenanya, seharusnya kejadian yang kerap berulang ini bisa menjadi ibrah bagi kaum muslim di seluruh dunia, bahwa penistaan terhadap umat Islam, terhadap kitab suci Al-qur’an dan Nabi Muhammad saw akan terus terjadi.

   Semoga kita semua bisa meneladani akhlak Rasulullah saw dalam kehidupan kita sekarang ini.

Pos ini dipublikasikan di Risalah Dakwah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s